Wednesday, August 6

Men sana in Corporisano

Ba'da salam,

Saya mengajak teman-teman untuk memperhatikan 3 hal berikut. Tips berikut saya dapat dari milis tetangga. Mudah-mudahan bermanfaat untuk kita semuannya.

1. Bahayanya Tirai plastik yang sering ada di Kamar Mandi

Tirai mandi plastik yang biasa dipakai sebagai tirai bath tub atau shower Anda ternyata berbahaya bagi kesehatan. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa tirai mandi dapat menyebabkan kematian.

Pusat kesehatan Virginia, Amerika Serikat menemukan bahwa tirai kamar mandi yang terbuat dari plastik mengandung racun yang dapat membahayakan paru-paru, sistem syaraf, hati dan ginjal.

Ternyata, aroma yang keluar dari tirai kamar mandi itu yang berbahaya, seperti kutip detikhot dari Health24, Selasa (17/6/2008). Tirai kamar mandi yang terbuat dari bahan plastik Polyvinyl chloride (PVC) akan mengeluarkan aroma ketika masih baru. Dan akan berbahaya jika seeorang menghirup aroma tersebut.

Lalu bagaimana mengatasinya? Dr Joel Forman dari Mount Sinai Medical School, memberi saran agar konsumen menggantung tirai mandi baru itu terlebih dahulu di udara terbuka hingga aromanya hilang, kemudian baru menggunakannya. (kee/yla).

2. Khasiat MadU

Pola makan yang kacau dan gemar menyantap makanan kaki lima pasti sudah pernah Anda rasakan. Efeknya, terkadang penyakit diare menyerang. Untuk mencegah diare datang, cukup minum madu saja!

Dr. Paulus H. S. Kwakman dari Akademi Medical Center, Amsterdam, Belanda yang dikutip detikhot dari Reuters, Kamis (12/5/2008) mengatakan bahwa madu memiliki manfaat yang tinggi bagi dunia medis.

Madu disebut-sebut dapat mengatasi berbagai infeksi yang disebabkan oleh bakteri atau mikroba. Cairan dari lebah itu juga dapat dijadikan antibiotik yang ampuh melawan berbagai serangan penyakit.

Dr. Paulus dan tim menemukan bahwa madu dapat membunuh berbagai bakteri termasuk Staphylococcus Aureus, yaitu bakteri yang menyebabkan infeksi yang parah di kulit tubuh, tulang bahkan paru-paru. Bakteri ini tidak mempan dengan obat-obatan seperti antibiotik. Namun dengan madu, bakteri ini lumpuh hanya dalam waktu 24 jam.

Bakteri lain yang dapat diatasi dengan madu adalah E. coli, yaitu bakteri yang menyebabkan infeksi pada saluran pencernaan, seperti diare atau muntaber. Dengan madu, bakteri ini pun dapat lumpuh hanya dalam waktu 24 jam.

Luka bakar dan berbagai penyakit kulit juga dapat diatasi dengan madu. Secara cepat, madu dapat memperbaiki jaringan kulit yang rusak.

3. Bahayanya merokok

Satu lagi risiko merokok ditemukan. Berdasarkan hasil penelitian, daya ingat seseorang bisa menurun drastis karena kebiasaan merokok.

Sebuah penelitian dilakukan oleh Institut National de la Sante et de laRecherche Medicale, Prancis selama tiga tahun. Hasil penelitian baru dipublikasikan Senin (9/6/2008) lalu.

Data penelitian diambil dari 10.308 orang perokok yang berumur antara 35-55 tahun. Beberapa hasil penelitian menjadi catatan penting bagi Anda yang mempunyai kebiasaan merokok.

Dikutip detikhot dari health24, Rabu (11/6/2008), ada empat catatan penting dari para peneliti. Yang pertama kebiasaan merokok dalam jangka waktu yang panjang dapat mengikis daya ingat seseorang, termasuk juga ingatan mengenai kata-kata (vocab) juga kemamuan berbicara.

Merokok di usia paruh baya akan mempercepat merosotnya daya tahan serta kemampuan tubuh. Selain itu merokok di usia paruh baya juga membuat tubuh rentan terserang berbagai penyakit.

Yang terakhir, kebiasaan merokok dapat menurunkan kemampuan kognitif (berfikir dan menganalisa) serta memperbesar risiko kematian.

Jadi, stop merokok sekarang juga!.

Kesimpulannya :

  1. Hati-hati dengan tirai plastik yang ada di Kamar mandi.
  2. Memang madu ternyata obat yang paling ampuh untuk penyembuhan penyakit manusia. Untuk itu sering-seringlah konsumsi madu.
  3. Tidak ada jalan untuk lebih sehat jasmani dan rohani, kecuali meninggalkan rokok secara total. Berpikir seribu kali jika mau merokok.

Demikian, mudah-mudahan bermanfaat


Kukusan, 6 Agustus 2008
Tengah Malam

Saturday, August 2

Balapan Sepeda Keliling Kampus

Sirene mobil Suzuki Karimun yang dipakai oleh Satpam UI beberapa kali lewat. Mungkin hanya keliling biasa, pikir saya. Soalnya hari Minggu biasanya banyak yang olahraga di kampus. Mereka sering keliling untuk menjaga ketertiban dan keamanan. Karena kadang-kadang ada beberapa pedagang kaki lima suka jualan di dalam kampus yang memang sudah lama dilarang. Namun tidak seperti biasa mobil security tersebut kembali berputar dan berputar lagi.

Suara sirene tersebut cukup menyita perhatian yang sedang olahraga, ada yang jogging, main futsal, main voli dan main bola basket. Saya sendiri saat itu sedang main basket di lapangan politeknik UI. Sudah sejam lebih saya main. Segera saya sudahi. Saat duduk-duduk santai, sambil melihat kawan lainnya yang main, ada dua orang mahasiswi berjas kuning menghampiri sambil membawa "nampan" berisi beberapa gelas plastik, "kakak, mau beli air sirup segar, terbuat dari sarang walet dan agar-agar, yang ini harganya 2 ribu dan yang ini 3 ribu rupiah"?, sambil

menunjukkan dua gelas plastik yang berbeda. Karena haus habis main, saya ambil yang harganya 2 ribu. "Kirain gratis mbak"?!!, mereka hanya tersenyum sambil berlalu mengucapkan terima kasih. Ada saja para mahasiswa ambil inisiatif untuk memanfaatkan saat olahraga seperti ini menjadi bisnis. Ya, syah...syah saja kok.

Setelah keringat badan agak kering. Saya keluar dari arena lapangan basket. Ingin pulang. Tapi pada saat itu ada beberapa security kampus yang sedang mengamankan jalan dan mengalihkan lalu lintas sepeda motor seperti ha
lnya pejabat mau lewat. Tampak beberapa mahasiswa dan mahasiwi yang berseragam UI juga menjaga di beberapa sudut jalan. Rupanya mau ada balapan sepeda.

Acaranya dinamakan UI Bike Competition. Salah seorang dari yang saya temui mengatakan bahwa acara ini terbuka untuk umum. Diadakan oleh BEM Fakultas MIPA. Menurutnya, acara ini diselenggarakan untuk mensosialisasikan pemanfaatan sepeda sebagai alat transportasi yang ramah lingkungan dan menyehatkan. Beberapa doorprize dan hadiah senilai total 20 juta rupiah diperebutkan.

Sementara itu, pihak keamanan kampus agak sulit untuk mengamankan track sepeda yang akan dilalui. Mengingat banyak sekali kendaraan yang berlalu lalang. Memang kampus UI dipakai sebagai jalan akses Margonda - Kukusan Beji. Setiap saat pasti ramai, apalagi saat ini adalah hari Minggu. Pasti lebih ramai. Suatu kali untuk alasan keamanan, akses masuk dari Pondok Cina ditutup oleh pihak kampus. Namun tindakan tersebut menuai protes dari para tukang ojek yang berujung pada perusakan pagar. Apakah dibenarkan reaksi demikian ya? Saya sendiri yang tinggal Kukusan sangat kesulitan jika akses tersebut ditutup. Harus cari jalan lain yang lumayan jauh. Semua akses masuk kampus tertutup dari jam 23.00 malam sampai pagi hari. Bayangkan kalau ini betul-betul ditutup.



Tak lama setelah pengamanan track yang akan dipakai untuk balapan. Peserta kompetisi balap sepeda mulai dengan konvoi keliling tracknya sebagai pemanasan. Saya lihat dari konvoi peserta balapan. jumlahnya tidak banyak. Bahkan ada yang tidak memakai sepeda balap. Ada yang pakai sepeda "jengki", sepeda onthel, bahkan sepeda unta yang dihiasi dengan aksesoris aneh-aneh. Salah satunya adalah di tempat lampu depannya diganti dengan kepala kambing lengkap dengan tanduknya. Saya tidak bisa memastikan dari dekat, apakah kepala tersebut memang benar potongan dari kepala kambing. Idih...ingat sama tindakan mutilasinya Ryan yang menghebohkan Nusantara. Tapi kalau yang dimutilasi kambing, saya mah mau aja.

"Berapa jumlah pesertanya mas"? tanya saya pada seorang laki-laki yang berjaket abu-abu sedang menjaga jalan. "Pastinya saya tidak tahu ya mas. Saya juga baru-baru ini dikontak karena kurang tenaga, maka saya cepat-cepat datang. Setahu saya sih kemarin malah baru 16 orang, tapi tadi konvoi sudah lumayan banyak. Memang ini acara baru pertama kalinya diadakan di kampus, jadi kurang sosialisasi dan publikasi," ungkapnya. Dari jumlah yang ikut konvoi tadi yang saya lihat, kurang lebih ada 60 orang. Terdiri dari cewek-cewek yang jumlahnya lebih sedikit, mungkin kurang dari 15 orang, dan cowok-cowok. Umurnya variatif, ada yang masih muda, bapak--bapak, dan remaja.

Start balapan di depan balai sidang UI dan berakhir juga di tempat tersebut. Panjang track balapan, sepanjang keliling kampus 3 kali putaran. Dimulai dengan para bike-racer dari kaum hawa dulu. Disusul beberapa menit kemudian para laki-laki. Wah..sepeda saya lagi bocor nieh, terpaksa tidak bisa ikut deh...lain waktu kalau ada balapan lagi ikutan yuuk...Sudah siang, pulang dulu ke kost.


Kukusan
Ahad 3 Agustus 2008

Sunday, July 27

Cerita Gadis Gadis Riyadh

Sehari setelah kedatangan saya di Jakarta. Saya pakai untuk membaca buku novel setebal 406 halaman ini yang saya temukan di tempat saudara. Sebuah novel yang bertutur tentang kisah empat orang sahabat (perempuan semua) dari Riyadh. Judulnya "The Girl of Riyadh". Kabarnya buku aslinya ditulis dalam bahasa Arab dilarang beredar di Arab Saudi. Tapi naskahnya sudah diterjemahkan ke dalam 25 bahasa Asing, termasuk bahasa Indonesia yang diterbitkan oleh Ramala Books Jakarta.

Keunikannya dari tulisannya selain karena memang betul kisah nyata, bahwa semua rangkaian cerita tersebut rutin ditulis secara berkala oleh penulisnya melalui email yang dapat dinikmati melalui dunia maya, internet. Setiap Jum'at penulis mengirimkan lanjutan ceritanya melalui group emailnya, (seerehwenfadha7et@yahoogroups.com). Jumlah semuanya ada 50 buah email. Ditulisnya dari tanggal 13/2/2004 dan ditutup pada 4/2/2005. Genap setahun lamanya.

Selama rentang waktu itu, tulisan ini mengundang banyak tanggapan. Ada yang menanggapi positif, negatif, marah, benci, sedih dan lain sebagainya. Setidaknya, setiap awal pekan, hari Sabtu, isi email tersebut menjadi topik diskusi di setiap sudut kota dan warung-warung kopi.

Pada setiap awal email, selalu ia mengawali dengan bait syair dari penyair terkenal atau ayat suci al-Qur'an. Tak ketinggalan, ia menceritakan pula tentang email-email yang sampai kepadanya. Respon dari email minggu lalu dan email-email sebelumnya ia ringkas menjadi intro dari kisah barunya.

Meski dinilai dari pihak Arab, banyak mengungkapkan aib bangsa Arab sendiri, khususnya wanita Arab. Ia bersikukuh bahwa ia hanya mengungkapkan realitas yang selama muncul di dunia Arab. Suatu hal yang tabu memang tapi perlu disuarakan, menurutnya. Karena ia ibarat bom waktu. Suatu saat akan meledak dengan dahsyat. Ia mengungkapkan suatu realitas yang menimpa para perempuan yang hidup di sebuah negeri yang tidak bisa lepas dari kemodernan tapi tuntutan adat dan aturan tidak boleh dilanggar. Bagaimana seharusnya mereka bersikap?

Ada isu gender, isu kekuasaan, globalisasi, isu kontestasi, isu nilai-nilai adat, superioritas, dan terlebih lagi adalah nilai-nilai agama. Keempat sahabat itu ialah Shedim, Qamrah, Michelle, dan Lumeis.

Saya terkesan pada sebuah bait puisi yang ditulis di email ke-49 dari seorang penyair yang sering dikutip oleh penulis;

Kalau kutahu cinta itu berbahaya sekali, aku tidak akan mencinta
Kalau kutahu laut itu dalam sekali, aku tidak akan melaut
Kalau kutahu akhir semua kisah, tak kan mungkin kumulai merajutnya
(Nizar Qubany)

Seperti layaknya film serial yang seri berikutnya penuh dengan teka-teki. Dari satu email ke email berikutnya selalu mengundang misteri. Onak dan misteri kehidupan ini seolah-olah tidak bisa diterka. Rahasia Ilahi. Nasib. Sebuah garis kehidupan.

Sebenarnya cerita patut dihargai sebagai langkah berani. Berani untuk menyatakan bahwa saat sudah tidak jaman jahiliyah lagi. Tidak lagi jaman Fir'aun. Wallahua'lam.

Wanita sebagaimana ibu kita, punya peranan yang sama besarnya dalam keluarga dibanding seorang Ayah. Tidak boleh direndahkan apalagi menerima kekerasan dan penghinaan. Sebagaimana diungkapkan olehnya bahwa lelaki membutuhkan seorang wanita pendamping yang dapat memahaminya, namun wanita membutuhkan seorang yang mencintainya. Nabi Muhammad pun tidak pernah menyakiti wanita.

Supaya tidak penasaran dan untuk lebih lengkapnya. Ada baiknya anda membaca bukunya sendiri atau ikut bergabung dalam komunitas dunia maya di seerehwenfadha7et@yahoogroups.com. Walaupun tulisan ini sudah terbit sejak tahun 2006. Namun tidaklah ketinggalan jika anda mengikuti kisahnya sekarang.

Selamat membaca!

Kukusan Depok
Ahad 27 Juli 2008


Berikut ini saya nukilkan beritanya dari penerbit versi Indonesianya langsung

THE GIRLS OF RIYADH


Penulis: Rajaa al Sanea
Penerbit: Ramala Books,
Tebal: 406 Halaman


Sekitar empat tahun yang lalu, penulis buku ini sempat membuat geger ara pengguna internet seantero Arab Saudi. Pasalnya, surat-surat elektornik yang ia kirimkan melalui mailist, secara berkala kerap melawan budaya di sana yang tabu untuk dieksploitasi.

Surat-suratnya bertutur soal kisah kehidupan empat cewek yang cukup tragis. Didalamnya mengangkat tema-tema miris soal gender, sex dan ketertindasan para kaum hawa yang terkesan bernilai rendah.


Walaupun dilarang oleh pemerintah Arab, penulis misterius yang belakangan di kenal bernama Rajaa al Sanea ini, akhirnya memberanikan diri untuk membukukan lika-liku riwayat para sahabatnya itu.

Kalau mau tahu sisi lain dari cewek-cewek Arab yang nyaris tak sempat terpikirkan, buku ini pas buat jadi bahan informasi. (edi)

18 FEBRUARI 2008

BASKO; Fenomena Seorang Saudagar


Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada' (al-Imron : 140)

Ada yang mengatakan bahwa hidup adalah perjuangan. Manusia diberi kemampuan untuk bisa melawan kehidupan yang keras. Sebagian mampu tegar kokoh menghadapinya, lainnya surut dan terlibas oleh kerasnya hidup. Nasib seperti hidup atau mati, kaya atau miskin, sedih atau bahagia, semua memang sudah takdirnya. Namun manusia tidak disuruh pasif menerima apa yang akan terjadi di depan. Masing-masing diberi kesempatan untuk berusaha (ikhtiar) dan berdoa. Selain itu, selalu berbaiksangka dan bertawakkal pada Sang Pencipta.

Hidup bukanlah sandiwara filem yang dimainkan oleh aktor atau aktris yang diarahkan oleh sutradara. Tapi kehidupan ini laksana rahasia Ilahi yang tak seorang pun mampu menebaknya. Hanya mereka yang diberi oleh petunjuk Ilahi yang mampu menangkap sinyal-sinyal tersebut. Ibarat roller coaster, suatu saat di atas, namun juga harus siap saat di bawah.

Bapak H. Basrizal Koto adalah salah satu dari sekian manusia yang patut menjadi contoh. Seorang saudagar berasal dari Padang. Pengalaman hidup pahit yang ia rasakan di masa kecil telah melecutnya menjadi seperti sekarang ini. Kesulitan hidup yang ia rasakan tidak membuatnya pasrah menerima nasib begitu saja. Dengan bekal tekad dan doa restu sang bunda ia merantau mengadu nasib.

Prinsip-prinsip hidup dari nasehat ibu tak ia lupakan. Berkat kegigihan dan kejujuran dari usahanya, lambat laun berubahlah nasibnya. Usahanya banyak yang sukses. Bahkan saat ini sudah ada 14 perusahaan yang tergabung dalam suatu group, BASKO HOLDING. Tersebar di Jakarta, Batam, Padang dan Pekanbaru. Di samping itu, ia juga diangkat menjadi ketua Forum Silaturrahim Saudagar Minang dan Ketua Umum Ikatan Keluarga Minang Riau.

Akhir-akhir ini beliau banyak mengisi acara di berbagai forum mengenai pengalaman bisnisnya. Tentunya yang lebih menarik adalah perjalanan hidupnya dari seorang papa menjadi kaya raya. Anak dari keluarga miskin yang merantau dan sukses di perantauan. Suatu pelajaran yang berharga dari seorang anak bangsa yang bermental baja. Seorang saudagar dan entrepreneur.

Undangan ke Riau
Jum’at bulan lalu, 27/06/2008, saya bersama dua teman saya diundang untuk hadir pada acara khitanan putra bungsunya. Selain itu, kami bertiga juga diberi kesempatan melihat secara langsung bagaimana keluarga dan beberapa perusahaan yang ada di Pekanbaru. Suatu kehormatan dan pengalaman yang tak terlupakan.

Tiba di bandara Soekarno Hatta satu jam sebelum take-off. Kami bertemu rombongan dari beberapa staf dan asisten dari Basko Holding yang sama-sama akan ke Pekanbaru. Menurut rencana, setelah acara khitan mereka akan mengunjungi peternakan sapi di Rumbai dilanjutkan keesokan harinya rapat direksi perusahaan. Minggu baru kembali ke Jakarta. Di antara mereka ada yang sudah saya kenal seperti Pak Erjoni Suwikar sebagai direktur Basko Group di Jakarta dan Pak Machman sebagai Internal Control & Accounting.

Pesawat take off pukul 07.10 WIB dan dijadwalkan sampai di Riau pada pukul 08.30 WIB. Perjalanan udara Jakarta – Riau kurang lebih memakan waktu 1 jam 40 menit. Apabila ditempuh dari jalan darat akan memakan waktu 1 hari 2 malam. Tiba di Bandara Sultan Syarif Kasim Pekanbaru pukul 08.30 WIB. Mobil jemputan telah menunggu di depan bandara yang akan membawa rombongan menuju kediaman Basko.

Perjalanan dari Bandara Sultan Syarif Kasim ke kediaman pak Basko memakan waktu kurang lebih 30 menit. Dari bandara kita menyusuri jalan Sudirman. Bagi saya, ini kali pertama ke Riau. Menurutnya, Riau sekarang, khususnya Pekanbaru, sudah banyak perubahan. Pembangunan dan ekonomi cukup pesat. Uniknya, kemajuan dan pesatnya pembangunan tidak melunturkan akar budaya daerah. Buktinya, beberapa bangunan megah yang dibangun selalu memasukkan unsur bentuk rumah adat Riau sebagai salah satu ciri khas budaya dan identitas kedaerahan. Usaha ini patut dicontoh di beberapa daerah lainnya. Bukankah identitas kebangsaan masih sumir dirasa. Oleh karena itu kita patutkan perjuangkan identitas dan budaya daerah masing-masing. Supaya tidak tergerus oleh nilai-nilai asing.

Acara Khitan


Pukul 09.30 WIB kita tiba di kediaman Pak Basko di Jalan Diponegoro No. 9 Pekanbaru atau di depan Rumah Sakit Umum Daerah. Tempat digelarnya pesta khitan. Rupanya pesta khitan akan digelar besar-besaran. Melihat tenda-tenda dan jumlah kursi undangan yang tidak sedikit. Beberapa kursi dan meja dibuat semacam round-table menghadap pada sebuah panggung. Saat itu hanya beberapa saja yang terisi, sebab acara khitan pagi itu hanya dihadiri oleh keluarga. Undangan baru akan datang pada siang hari dan puncaknya pada malam hari.

Putra bungsu Pak Basko yang dikhitan bernama “Wendoky Putra Basko”. Putra nomor enam dari tujuh bersaudara, adiknya terakhir adalah perempuan. Ia baru duduk Sekolah Dasar kelas lima. Masa-masa liburan kenaikan kelas seperti saat ini dimanfaatkan untuk khitan. Selain itu bisa berkumpul bersama seluruh keluarga di rumah.

Segala kegiatan acara digelar di halaman belakang rumah. Di tengah-tengahnya terdapat rumah panggung yang tingginya kurang lebih 1,5 meter serta mempunyai luas kurang lebih 5 m x 10 m. Menurutnya, rumah panggung yang disebutnya pendopo tersebut menyerupai rumah adat minang. Entah kenapa jarang ditemukan rumah adat minang di Riau ini. Mungkin itu sudah aturannya. Pendopo tersebut difungsikan untuk menjamu para tamu dan kumpul santai keluarga.

Tak jauh dari pendopo sebelah kirinya terdapat kolam renang mini. Gemericik air yang berhamburan di sela-sela bebatuan menambah hangatnya acara. Dendang alunan salawat yang dibawakan oleh group salawatan dari ibu-ibu. Mereka duduk rapi berjejer di tepian tembok rumah pendopo.

Kurang lebih 10 menit setelah kedatangan kita. Seorang pembawa acara mengumumkan bahwa acara khitan akan segera dimulai. Group pengajian rebana dari ibu-ibu yang tak putus-putus mendendangkan salawatan dari tadi berhenti sementara.

Wendoky Putra Basko tengah siap-siap di depan singasana tempatnya duduknya. Ia mengenakan celana panjang berwarna coklat terbuat dari sutra keemasan dipadu dengan baju koko panjang dengan bahan dan warna yang sama. Seorang dokter yang dibantu oleh seorang perempuan yang akan membantu operasi kecil tersebut juga sudah siap. Sebelum mulai dikhitan Pak Basko memberi sambutan kurang dari tiga menit. Intinya, ia berterimakasih atas kehadiran dan doa para hadirin untuk ananda Wendoky yang sedang disunat. Semoga anaknya tersebut saleh dan manfaat bagi dirinya, keluarganya, bangsa dan agamanya, sambutnya yang diikuti oleh ucapan amin dari segenap yang hadir.

Khitan pun dimulai. Dokter yang telah menyiapkan peralatan kedokteran sudah mulai beraksi. Dibantu oleh seorang asisten, dokter tersebut mengerjakan tugasnya dengan santai. Sedangkan Putra Basko tak sedikitpun kelihatan wajah takut di raut mukanya. Bapaknya menungguinya tepat di sampingnya bersama kakaknya, Zico. Sesekali Wendoky tersenyum ketika diajak bicara oleh ayahnya atau kakaknya. Tak terasa khitan sudah selesai. Kurang lebih seperempat jam lamanya. Sekarang, Wendoky sudah berdiri dan bisa mengenakan kembali celana panjang yang berbahan sutera tersebut.

Sambil berdiri ia kembali duduk di singasananya. Beberapa sanak saudara kemudian dipanggil satu persatu untuk memberikan ucapan selamat serta memberikan air yang dipercikkan di wajahnya dengan serangkaian daun. Saya tidak tahu adat apa namanya, lupa, padahal sudah diberi tahu. Dimulai dari amak dan mamak dari pihak ibu yang hadir pada saat itu. Kemudian berurutan Pak Basko, Istri, Kakak laki-laki lalu saudara-saudara laki Pak Basko. Acara selesai pukul 12.00 siang. Rehat sebentar untuk salat Jum’at.

Ba’da Jum’at rencananya akan digelar acara “Babako”. Dalam acara itu, rombongan amak dan mamak Pak Basko yang tinggal di Gobah, suatu daerah di Pekanbaru, akan datang bersama rombongan dengan membawa beberapa barang semacam seserahan. Mereka diarak dengan tabuhan kendang dan rebana. Rombongan ini akan langsung menuju rumah pendopo dimana yang khitan sedang duduk di kursinya. Pada saat itu akan menaruh segala seserahan di sana dan mamak memberi semacam gelang pada yang khitan. Begitulah kira-kira dari apa yang dilihat di lapangan.

Demikian dulu ceritanya, lanjutan berikutnya cerita mengenai keluarga dan peternakan sapinya di Rumbai.

Kukusan Depok
Ahad, 26 Juli 2008

Wednesday, July 9

Yuk Wisata ke Mekarsari

Amazing adalah kata yang telah menjadi slogan arena wisata buah ini, Amazing Tourism Park. Hamparan taman buah yang sangat luas tersebut letaknya di jalan raya Cileungsi - Jonggol Km. 3 Kab. Bogor. Luas kebun 264 ha. Koleksi tanaman lebih dari 100 ribu tanaman berbagai macam buah-buahan.

Selasa sore, 8/7/2008, untuk pertama kalinya saya menyaksikan kebun buah nan luas itu. Banyak sekali pengunjung yang memadati. Di antaranya ada yang datang dengan keluarga, rombongan tour bahkan ada yang cuma datang berduaan. Maklum saat itu masih liburan sekolah. Tapi menurut salah satu karyawan di situ, suasana lebih ramai lagi kalau hari Sabtu dan Minggu.

Tarif masuk lokasi, untuk mobil 20 ribu dan 10 ribu untuk motor. Sedangkan perorang dikenai biaya 10 ribu perkepala. Untuk dapat menikmati keseluruhan areal kebun para pengunjung harus kembali membayar 40 ribu perorang. Dengan biaya tersebut para pengunjung dapat menyaksikan kebun-kebun dengan mengendarai kereta keliling plus pemandunya.

Menurut salah seorang pemandu. Taman Wisata Mekarsari dulunya bernama Taman Buah Mekarsari, baru dua atau tiga tahun ini berubah nama. Terwujudnya taman buah ini adalah prakarsa dan atas inisiatif almarhumah Bu Tien Soeharto. Baru pada tahun 2001 Taman Buah Mekarsari dibuka.

Dari satu kebun menuju kebun lainnya. Saya terkesan dengan cara serta proses pengembangannya. Dari mulai pembibitan, perawatan, sampai pada musim panennya. Suatu proses yang tidak memakan biaya dalam jumlah sedikit. Sehingga kualitas buah juga dapat diandalkan. Hanya saja yang tidak bisa diakali adalah struktur dan jenis tanah yang tidak cocok untuk tanaman mangga dengan berbagai macam variannya. Akibatnya mangga di sana ketika panen tidak semanis mangga yang dapat tumbuh subur di beberapa daerah di Indonesia.

Kurang lebih 2 jam saya keliling di taman buah. Sayang, saat itu tidak lagi banyak musim buah. Sehingga beberapa buah andalan seperti durian, mangga, jeruk tidak lagi panen. Bagi peserta tour keliling taman wisata buah juga hanya diberi sebungkus salah 1/2 kiloan dan dua buah blimbing. Di kebun melon, tempat stasiun pertama, kita diberi tester buah melon yang dalamnya tebal berwarna orange, wuih rasanya muaaaniz banget.

Jadi yang penasaran, silahkan datang saja. Lebih baik diplanning datangnya waktu musim-musim buah tertentu. Misalkan Desember - Januari tuh, waktunya musim durian......

Selamat......

Thursday, June 5

Seminar Nasional di JCC


Seminar Nasional yang bertema Potret Indonesia; 100 Tahun Kebangkitan Nasional dan 10 Tahun Reformasi diadakan di Balai Sidang Jakarta Convention Center Senayan. Hadir sebagai pembicara; Prof. DR. Subur Budhisantoso (Ketua Wantimpres), DR. Yudi Latif (Direktur Reform Institute), Jenderal (Purn) Wiranto (Mantan Pangab), SH., Letjen (Purn) Sutiyoso (Mantan Gubernur DKI), KH. Abdurrahman Wahid (batal hadir), DR. Andi Alfian Mallarangeng (Jubir Presiden), Basrizal Koto (Pengusaha asal Padang), HM. Darmizal, MS. (Ketua Relawan SBY/JK) dan DR. Hery Noor Ali (Alumni Gontor).

Sebagai organizing committee-nya adalah kawan-kawan PAGon (Persatuan Alumni Gontor). Belum lama setelah pendeklarasian PAGon, mereka sudah mengadakan seminar nasional di JCC. Suatu gerakan yang turut memperkuat komitmen nasionalisme dan kebangsaan mereka. Sedianya acara akan dilaksanakan di Aula Departemen Pendidikan Nasional, tapi karena beberapa hal akhirnya dipindah di JCC Senayan.

Selain membicarakan tentang situasi dan kondisi bangsa ini, di akhir acara dibacakan usulan alumni-alumni kepada pemerintah untuk memberi gelar pahlawan nasional dalam bidang pendidikan kepada para pendiri pondok yaitu Trimurti . Selamat dan sukses Pagon atas usahanya, semoga berhasil.

Friday, May 2

Stadion Boeng Karnoe


Sabtu pagi, 12/4/2008, cuaca mendung dan agak gerimis. Matahari belum tampak sinarnya. Hari sudah beranjak siang. Waktu sudah menunjukkan pukul 08.00, namun gerimis belum juga berhenti. Pagi itu saya ingin ikut kawan motret di stadion Bung Karno, Senayan. Kebetulan dia lagi dapat job untuk memotret siswa-siswi SMP Global di daerah Condet. Mereka rencana membuat agenda akhir tahun yang dihiasi foto-foto diri mereka. Semua foto-foto akan diambil di dalam stadion. Biar bernuansa olahraga. Ada-ada saja. Namanya juga anak remaja. Pokoknya pingin yang bisa dibilang sama lainnya, ”keren abiz”.

Kalau dibilang hobi, ini sudah melebihi hobi. Dunia photografi maybe sudah jadi pilihannya untuk mencari ”sesuap nasi dan segenggam berlian”. Malah, mulai akhir tahun kemarin dia sudah buka studio kecil-kecilan di jalan raya Kukusan Depok. Lumayan, banyak juga pelanggannya. Karena selain menyediakan jasa pemotretan, dia juga menyediakan layanan pembuatan kartu nama, kartu siswa, sampai pada usaha pre-weedding. Wah luar biasa yaaa. Memang hidup di dunia memang harus ulet dan berani. Berani hidup tak takut mati, takut mati jangan hidup, takut hidup mati saja.


Jika bukan karena tugas. Mungkin kita semua pilih di studio saja. Masih banyak gawean yang belum selesai. Tapi karena sudah janji, mau tidak mau harus berangkat juga. Syukurnya cuaca tidak separah yang kita khawatirkan. Gerimis masih turun tapi lamat-lamat.
Waktu menunjukkan pukul 08.00 namun belum juga berangkat. Menurut perjanjian sudah harus sampai di tempat pukul 09.00. Planning saya pagi itu mau ke kota. Tepatnya mau ke Pejompongan. Setelah itu akan mampir sebentar di kantor sebuah partai di jl. Diponegoro. Saya pun minta bareng berangkatnya karena satu arah. Saya ingin melihat dan masuk stadion. Bagi saya ini kesempatan pertama. Soalnya seringkali masuk daerah Senayan, paling yang dikunjungi adalah tennis indoor, dan balai sidang JCC Jakarta. Kali ini kesempatan untuk masuk stadion. Bravo, stadion gelora bung karno akhirnya aku masuki juga.


Setelah ngepak barang-barang keperluan yang akan dibawa. Kami berangkat dari studio pukul 08.15. Kami takut sampai tidak tepat waktu. Makanya di jalan kami pun ngebut. Keluarga Cilandak lalu mengambil jalan Mampang – Warung Buncit. Baru belok ke arah jalan Gatot Subroto. Setelah melewati Gedung DPR MPR baru kita belok ke kiri turun di jalan Sudirman. Melalui putaran Sudirman ambil balik arah lalu masuk Senayan. Syukur sekali hari itu Sabtu, jadi lalu lintas tidak begitu padat. Sampai di tempat pukul 09.05, terlambat lima menit. Langsung menuju pintu satu senayan. Ternyata yang jamnya karet adalah gurunya sendiri. Jadi, intinya kita tidak terlambat.


Pemandangan di Senayan tiap weekend selalu saja ramai. Tentu ada semacam acara atau pertunjukkan, untuk gerakan, atau promosi, atau sekedar pagelaran musik. Sebagian juga ada yang sengaja datang ke sana untuk berolahraga. Ada yang berkelompok, ada juga yang berdua, bahkan ada sekeluarga datang dengan mobil. Selain lari pagi memutari stadion, ada sebagian memakai sepatu roda dan bermain futsal. Di jalan masuk pintu satu ada sebuah acara kampanye “green forest” yang diadakan oleh FISIP UI bekerjasama dengan suatu LSM. Terdapat beberapa lapak-lapak, kemah-kemah berwarna putih yang didirikan sepanjang pintu masuk gelora. Mereka ingin mengkampanyekan penghijauan. Sudah banyak bencana yang terjadi karena ulah manusia sendiri. Termasuk juga polusi udara, konon Jakarta adalah kota yang polusinya tinggi selain Beijing Cina. Untuk keperluan itu, maka di pintu masuk ada camp terbuka untuk uji emisi gratis. Di sampingnya sebuah truk polisi siap membantu.


Setelah kawan kami kontak dengan koordinator dari sekolah global, mereka ternyata sudah masuk dan menunggu di pintu enam. Wah, sudah terlambat, merubah janji lagi. Memang dasar, paling susah orang untuk menepati janjinya. Akhirnya kami menuju ke sana, padahal kami sudah parkir motor di depan pintu satu. Cukup mahal juga parkir yang tidak ada lima menit itu. Kita harus bayar masing-masing mo
tor Rp 3000,-, diminta sewaktu parkir oleh seorang penjaga yang sepertinya preman dari Ambon.


Luas juga daerah Senayan. Patut b
angga, di tengah pusat kota masih ada arena bermain yang luas seperti ini. Tidak heran kalau pernah hak pengurusan senayan diperebutkan antara pemerintah kota yaitu DKI dengan Sekretariat Negara atas nama Negara atau pemerintah.
Di depan pintu enam ini baru diset sebuah panggung di tengah-tengah pagar pintu masuk. Sepanjang jalan masuk kanan kirinya dipasang lampu sorot setinggi 2 meter menghadap ke arah gelora. Acara apa ya. Tidak tahu, barangkali untuk dugem nanti malam. Setelah dapat informasi, kalau malam ini akan ada acara hiburan yang diselenggarakan sebuah perusahan motor. Biasa, sekalian promosi. Pantas. Kawan saya sudah bertemu dengan koordinator yang datang sendirian waktu itu. Sedangkan anak-anak yang datang baru 5-6 orang dari 23 orang rencana.

Sambil menunggu yang lainnya kami izin untuk sarapan dulu.
Jangan heran kalau kawasan se-elit Senayan ada pedagang kaki lima. Meskipun mayoritas pengunjung di situ berkelas tetap saja mereka menikmati hidangan dan menu PKL tadi. Berbagai menu dan hidangan tersaji disitu. Tapi juga jangan heran kalau harganya tidak wajar. Harganya bisa tiga sampai empat kali lipat harga normalnya. Bandingkan saja, pecel lontong yang kita beli saat itu seporsi harganya 7 ribu. Kalau saya beli di Ciputat harganya seporsi hanya 1.500 rupiah. Ahhh, nggak papa yang penting kenyang. Kurang lebih setengah jam kita sarapan. Pukul 10 lebih dikit teman saya dibel kalau siswa-siswi sudah pada berkumpul. Kami bergegas masuk stadion dari pintu VI, lewat kantor PB Percasi dan tembus dari bawah stadion. Ternyata pintu keluarnya tepat di bawah tempat duduk penonton stadion. Walah-walah ini tah yang namanya stadion Bung Karno. Stadion yang menjadi kebanggaan bangsa Indonesia sejak dulu. Luas dan megah. Jauh sekali bedanya dengan stadion-stadion di daerah yang pernah saya masuki; stadion kridosono, sriwedari, gajayana dan lain-lain. Selain lebih terawat, juga lebih mewah dan megah. Suatu saat nanti saya mau menyaksikan pertandingan di dalam stadion ini. Entah kapan. Kedua teman saya lalu mengeluarkan perlengkapan untuk memotret dari tas ranselnya. Sedangkan anak-anak diminta untuk ganti kostum dengan kostum sepakbola yang masing-masing sudah prepare sebelumnya.

Sambil menunggu siapnya mereka, kami pergunakan untuk foto-foto dulu. Wah lumayan bisa bergaya dengan bermacam-macam gaya. Tak terasa sudah pukul 11.00 siang. Saya lalu pamit untuk melanjutkan perjalanan ke Pejompongan.

Suatu pengalaman yang menarik.
Kukusan, 14 April 2008